HARTA QARUN DAN RAHASIANYA


Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah harta karun? Istilah harta karun sudah banyak sering sekali diperbincangkan kebanyakan orang. Namun di balik istilah tersebut, apakah Anda tahu asal usul istilah harta karun tersebut?

Istilah harta karun ini sebenarnya diambil dari nama seorang sepupu Nabi Musa a.s, yang mana pada jaman tersebut dikisahkan tentang Nabi Musa yang memberikan informasi tentang kewajiban membayar zakat.

Qarun adalah sepupu sepupu Nabi Musa a.s, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi, Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/ Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Awal kehidupan Qarun sangatlah miskin dan memiliki banyak anak. Sehingga pada suatu kesempatan ia meminta Musa untuk mendoakannya kepada Allah, yang ia pinta adalah kekayaan harta benda dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah. Dikisahkan pula dalam Al-Qur'an dia juga sering mengambil harta dari Bani Israel yang lain dan dia memiliki ribuan gudang harta melimpah ruah, penuh berisikan emas dan perak.

Setelah menjadi kaya raya, Qarun menjadi orang yang sombong dan suka pamer. Orang-orang kaya biasanya menyimpan kunci harta mereka dalam tempat rahasia agar tidak diketahui orang lain. Qarun bisa saja membuat sebuah tempat besar yang tersembunyi untuk menampung kunci-kuncinya, tapi dia tidak melakukannya karena dia ingin menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya.

Jadi kebiasaannya adalah membawa sepuluh orang kuat kemanapun dia pergi. Kesepuluh orang ini adalah pria-pria perkasa yang berotot kekar. Mereka mengikuti Qarun kemanapun dia pergi hanya untuk membawakan kunci-kuncinya. Meskipun sudah dibawa sepuluh orang pria perkasa, tetap saja mereka merasa bahwa kunci-kunci Qarun terasa berat.

Kebiasaan Qarun yang lain adalah dia selalu mengenakan pakaian yang berbeda setiap kali keluar rumah. Pakaian-pakaiannya merupakan jubah-jubah mewah yang paling mahal di zaman itu. Dia juga punya banyak kuda, punya tentara pribadi, punya bodyguard, punya banyak istana, dan harta benda. Tidak terhitung jumlah kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.

Qarun juga bisa memainkan orang-orang, dia bisa melakukan apapun karena punya kekuatan.  Fir’aun adalah teman baik Qarun. Jika ada seseorang yang punya masalah dengannya, Qarun tinggal memberitahu Fir’aun maka habislah orang itu. Dia bisa membuat seseorang menjadi budak jika dia mau. Jadi tak seorang pun berani dengan Qarun. Dia adalah seorang tiran yang dijadikan Allah sebagai contoh di dalam Al-Qur’an.

Pada suatu hari, Qarun memilih pakaian terbaiknya. Kemudian dia pergi ke pekarangan istananya yang luas dan dia berjalan-jalan sambil memilih-milih kudanya. Akhirnya pandangannya tertuju ke salah satu kuda miliknya sembari tangannya menunjuk. Dia berkata kepada pelayannya “Kuda itu yang disana! Kuda yang memiliki bulu paling putih. Aku ingin menaiki kuda itu sekarang!” Mereka menghias kuda itu dengan berbagai macam pernak-pernik. Andaikan orang-orang di jalan melihat kuda putih itu, tentu mereka akan terkagum-kagum melihatnya. Jadi dia menaiki kuda putih itu dan berkata: “Tentara-tentaraku! Datanglah kemari!” Kemudian dia menunjuk tentara-tentara terbaiknya. Lalu tentara-tentara itu berbaris mengikutinya dari belakang. Kemudian dia menunjuk sepuluh orang pria kekarnya dan berkata “Bawalah SEMUA harta-hartaku! Hari ini aku ingin menunjukkan harta-hartaku pada orang-orang. Bawa semua emas, perak, perunggu, barang-barang mewahku, koleksi pribadiku, dan yang lainnya. Aku ingin kalian membawa semuanya. Bahkan kalian para tentara juga harus membawanya! Ketika kita lewat, aku ingin semua orang terkagum-kagum melihat banyaknya hartaku.”

Jadi dia membawa semua harta karunnyaa, ada begitu banyak rubi, permata, mutiara, emas, dan perhiasan dalam berbagai bentuk. Ketika dia berparade keliling kota dari istananya, orang-orang di jalan melihatnya. Dan orang-orang yang menginginkan yang hanya menginginkan dunia ini berkata “Lihatlah semua ini. Andai saja kita mempunyai apa yang Qarun miliki.” Mereka sangat menginginkan harta itu. Bayangkanlah, seluruh kota menyaksikannya. Di antara mereka juga ada ahli agama. Mereka berkata “Jangan meminta seperti itu! Celakalah kamu! Sesungguhnya apapun yang Allah berikan kepadamu sudah cukup.”

Jadi ketika Qarun keluar membawa semua hartanya dan orang-orang di jalan melihatnya dengan terkagum-kagum, Ada orang di sisi kanan dan ada di sisi kiri, sedangkan parade Qarun berada di tengah-tengahnya. Ketika dia merasakan keangkuhan yang tertinggi dan berpikir “Wow, inilah diriku!”

Tiba-tiba Allah memerintahkan bumi untuk menelannya! Jadi tiba-tiba bumi bergemuruh. Kemudian jalanan mulai retak. Kemudian retakan itu semakin membesar sehingga terciptalah sebuah lubang yang menganga. Lubang yang besar itu menelan Qarun beserta semua tentaranya, kunci-kuncinya, hartanya, bahkan Allah memerintahkan bumi untuk menelan istananya! Dan orang-orang yang sedang mengamati, beberapa dari mereka berlarian, tapi pada akhirnya mereka sadar bahwa bumi hanya menelan Qarun dan hartanya. Kemudian bumi kembali seperti semula seakan-akan tidak ada yang terjadi. Orang-orang sangat terkejut. Allah telah menunjukkan kepada orang-orang dan Qarun tentang siapa Raja yang sesungguhnya.

”Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” ”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah).” Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash : 76-83)

Sampai saat ini nama Qorun di abadikan jika seseorang menemukan sebuah harta terpendam maka biasa di sebut menemukan Harta Karun.

Semoga semoga dari kisah di atas kita bisa mengambil Hikmahnya. Amin



Sumber: Kisah Teladan



Signature by           
                      DAENG LIRA

Pelaku kejahatan Cyber Crime

Membedakan jenis pelaku kejahatan dunia maya (cyber crime)


di dunia maya kita pasti sering sekali mendengar yang namanya cyber crime, tapi tahukah kita ada beberapa julukan untuk orang-orang yang melakukan cyber crime dilihat dari cara mereka melakukan tindak kejahatan di dunia maya tersebut.


biasanya orang awam akan menyebutkan bahwa orang yang melakukan tindak kejahatan di dunia maya adalah hacker. tapi tahukah anda bukan hanya hacker saja yang melakukan tindak kejahatan didalam dunia maya? disini saya akan sedikit membahas beberapa jenis atau beberapa julukan yang diberikan kepada orang-orang yang melakukan tindak kejahatan di dunia maya berdasarkan cara mereka melakukan tindak kejahatan tersebut.

HACKER
hacker merupakan orang yang mempunyai keterampilan mengoperasikan/mengendalikan/menguasai komputer mencakup semua aspek mulai dari level dasar sampai level tertinggi baik dalam komputerisasi dasar, pemrograman dasar sampai dengan jaringan yang sangat rumit. Hacker umumnya JUSTRU tidak sangat ingin di publikasikan apalagi sampai menggembar-gemborkan dirinya adalah hacker. Justru hacker cenderung diam dan tertutup dengan status sosial yang sangat normal. Bahkan sangat tidak mungkin anda sangka seseorang yang pendiam dan lugu bahkan culun adalah seorang hacker (bukan berarti semuanya). Hacker umum-nya tidak merusak, mereka kebanyakan mencari informasi/data penting tingkat tinggi bukan untuk mencuri/kesenangan tapi lebih cenderung untuk mengetes, bukan mengetes kemampuan mereka tapi system yang sedang mereka hadapi. Kebanyakan hacker tidak sangat mudah di kalahkan karena mereka mampu menguasai dan memutar balik keadaan karena mereka bisa di anggap satu level dengan system.

CRACKER
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

PHERAKER
Phreaker, Mungkin jarang di Indonesia yang pernah mendengar kata ini. Phreaker ini sebenarnya hampir sama sifatnya dengan kracker dimana sama-sama menyukai GRATISAN. Bedanya Phreaker lebih fokus ke dalam bug jaringan/telekomunikasi. Contoh mudahnya orang bisa menelpon gratis padahal seharusnya berbayar, atau contoh lainnya seseorang menggunakan bug yang ada didalam sebuah perusahaan telekomunikasi (meskipun tidak diketahui bocornya informasi ini hasil sendiri atau diberi tahu orang dalam) itu adalah salah satu kegiatan phreaking dan orang yang melakukannya di sebut phreaker.

SCAMMER
Definisi SCAM
Scam atau dalam istilah asing disebut juga dengan confidence trick adalah perbuatan memanipulasi orang lain yang dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan orang tersebut terhadap si pelaku untuk mendapatkan keuntungan.

Scam atau penipuan, biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kekurangan manusia seperti ketidakmampuan, ketidaktahuan, ketidakpahaman dan lain-lain. Para korban penipuan scam bukanlah orang bodoh, meraka dijerumuskan oleh pelaku yang mengeksploitasi kekurangan dan keluguan mereka.

Para pelaku SCAM atau SCAMMER hampir selalu berdalih bahwa mereka telah menjelaskan dengan lengkap, meski sebenarnya banyak yang disembunyikan. Sebagai analogi, cara seperti ini juga biasa dilakukan oleh para oknum salesman kartu kredit yang menyembunyikan biaya yang harus ditanggung oleh pemegang kartu, besarnya bunga, penghitungan bunga, dan penghitungan denda.

itulah sekilas tentang perbedaan jenis pelaku kejahatan dalam dunia maya, jadi sekarang kita bisa membedakan jenis pelaku ciber cryme dari cara mereka melakukan kejahatan itu sendiri.


Signature by           
                      DAENG LIRA

Edit Gambar bukan hanya Photoshop yang bisa

Cara Edit Gambar tanpa Photoshop

Foto mengedit online seperti photoshop secara online

Jika Bro n sist tidak dapat menggunakan Photoshop & jika Bro n sist tidak tahu bagaimana untuk mengedit gambar tanpa Photoshop, dan menemukan aplikasi lain rumit susah dan sulit, maka berikut ini adalah beberapa alternatif. Komputer dan Internet punya begitu banyak aplikasi lain di pasar yang bebas dan mudah digunakan.

Selain itu, Bro n sist dapat memanipulasi gambar dari jenis apa pun. Sebagian besar orang tidak mampu membeli software editing mahal. Maka saya a.k.a DaengLira akan menjelaskan beberapa software editing di berikut yang memungkinkan kita mengedit gambar tanpa menghabiskan satu dolar.

           1. GIMP
Jika Bro n sist berbicara tentang untuk editor foto yang diinstal di komputer Bro n sist daripada menggunakan browser apapun, Bro n sist dapat mempertimbangkan GIMP. GIMP termasuk kecanggihan, kloning canggih, koreksi warna, jalan dan komposisi berlapis. Software gratis ini memungkinkan Bro n sist untuk melakukan sebagian besar tugas Photoshop. GIMP adalah salah satu pesaing open source untuk Adobe Photoshop tanpa didorong komersial. Jika Bro n sist tidak punya uang, GIMP akan bekerja dengan baik perkasa.

2.       Pixl

Pixlr memungkinkan Bro n sist untuk mengubah ukuran gambar, memotong foto, membuat grafik dasar seperti tombol play, Simbol, dll Ada dua versi dari Pixlr. Pixlr Express adalah lebih kompleks dan memungkinkan Bro n sist untuk melakukan editing gambar dasar. Gunakan Pixlr Editor untuk mengakses fitur pengeditan yang lebih maju atau membuat file grafis Bro n sist sendiri.

3.       Paint.net (Windows)

Paint.net awalnya proyek senior beberapa mahasiswa ilmu komputer di Washington State University, diambil di bawah bimbingan Microsoft. Proyek ini melebihi harapan dan telah dikembangkan sekarang selama 6 tahun. Selama bertahun-tahun itu telah berkembang untuk memasukkan komposisi berbasis lapisan, blending, dan dukungan untuk plugin-mayoritas yang dirancang oleh komunitas dukungan aktif. Antarmuka Paint.net mudah untuk mengambil, dan fungsi undo tak terbatas membuat mengoreksi belajar-kurva Bro n sist kecelakaan sebuah Paint.net menjadi favorit di antara para pengguna Windows mencari sungguh-sungguh (namun kuat) image editor membuat snap-.
Bahkan Microsoft Office pun bisa buat mengedit gambar, dan saya paling suka buat crop gambar.


4.       SnagIt Editor Sederhana

SnagIt adalah editor gambar dasar dan akan melakukan tugas Bro n sist dengan cepat. Bro n sist dapat melakukan bingkai atau bayangan pekerjaan terkait untuk gambar menggunakan aplikasi ini. Bro n sist kemudian dapat menyimpan dan mempublikasikannya di website Bro n sist.

5.       Picasa (Semua Sistem Operasi, Gratis)

Picasa adalah aplikasi independen platform yang begitu banyak populer karena kesederhanaan. Bahkan non-Geeks menyukai aplikasi ini karena mereka dapat dengan mudah mengedit gambar mereka tanpa pengetahuan teknis.

Jika orang-orang non teknis seperti orang tua Bro n sist meminta mudah untuk menggunakan perangkat lunak pengedit foto, Bro n sist dapat merujuk mereka Picasa. Hal ini sangat berguna dan termasuk kecanggihan, kloning canggih, koreksi warna, jalan dan komposisi berlapis. Ini sangat mudah untuk melakukan tugas-tugas cepat seperti cropping dan mengoreksi gambar digital.

Bro n sist juga dapat mencoba aplikasi lain seperti PEDIT, Irfan View, STOIK iMagic, Digikam, VisualBox, Paint My, Paint Star, Image Editing Tool, 5DFly, Acorn, Seashore, Pinta, KolourPaint, Krita, Pixen, Photoscape.

Harapan kita semua pemula sampai pakar akan diuntungkan dari koleksi perangkat lunak ini.

SELAMAT BERKREASI




Signature by           
                      DAENG LIRA

KOMUNIKASI YANG BAIK MEMINIMALISIR BENTROKAN

Hoegeng

Tidak selamanya TNI dan Polri bermusuhan sampai terlibat bentrok. Adakalanya, muncul contoh anggun bagaimana tentara dan polisi bahu-membahu memberantas kebatilan, seperti ditunjukkan polisi Hoegeng Iman Santosa dan tentara Maludin Simbolon.

Saat itu Hoegeng menjabat sebagai Kadit Reskrim Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut).Pernah suatu ketika tim Hoegeng menggerebek sebuah arena perjudian. Ternyata, arena judi itu dibekingi oleh tentara. Kalau ada tentara yang tertangkap, maka Hoegeng perlu melakukan koordinasi dengan komandan satuannya untuk menentukan tindakan hukum. Biasanya, yang bersalah akan diajukan ke Mahkamah Militer.

Tidak ada kesulitan bagi Hoegeng dalam menangani tentara yang terlibat penyelundupan dan perjudian. Salah satu faktornya, mitra Hoegeng yaitu Panglima TT (Kodam) Bukit Barisan Kolonel Maludin Simbolon dikenal sebagai figur bersih dan antikoruptor.

"Tidak ada kesulitan saya dalam menangani oknum tentara yang terlibat penyelundukan dan perjudian, karena sosok pimpinan militer di Sumut dikenal antikorupsi dan antikoruptor," tulis Hoegeng dikutip dari biografi Hoegeng, Polisi: Idaman dan Kenyataan karya Ramadhan KH dan Abrar Yusra terbitan Pustaka Sinar Harapan.

Di kalangan pejabat di Sumut, baik polisi dan TNI serta kejaksaan ada forum bersama yang secara rutin menggelar pertemuan. Anggota forum ini antara lain Kolonel Maludin Simbolon, Letkol Djamin Ginting (pengganti Simbolon sebagai Panglima Bukit Barisan), Mayor Boyke Nainggolan, dan Hoegeng sendiri. Menurut Hoegeng komunikasi rutin seperti ini penting sekali untuk membuat konsolidasi aparat kompak!

Berkaca pada penyerbuan Markas Polres Ogan Komering Ulu di Sumatera Selatan oleh anggota TNI dari Yon Armed 15, banyak yang menilai akibat komunikasi buruk TNI/Polri.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy menilai, peristiwa itu terjadi akibat tidak adanya komunikasi yang baik di tingkat atas maupun bawah TNI dan Kepolisian.

pak Jokowi dan pak Hoegeng ada kemiripan


sumber : iniunic Blog



Signature by           
                      DAENG LIRA

Inspirasi dari Perampokan



Siapa Perampok Sebenarnya?

Ini mungkin hanya skenario. Tapi lumayan jadi trending topic di beberapa forum luar, karena mengandung pelajaran, sekaligus sindiran tentang betapa korupsi sudah menjalar ke berbagai bidang. Ok, begini ceritanya...

Dalam sebuah perampokan bank, para perampok mengingatkan semua sandera, "Jangan bergerak. Kehilangan uang di bank ini nggak akan berpengaruh banyak buat kalian. Serahkan saja pada kami, lebih baik sayangilah nyawa kalian!"

Perampokan di Medan

 
Ini bukan sekadar ancaman. Ini disebut Merubah Paradigma. Cara berpikir otak akan mudah terpengaruh dalam tekanan tertentu.

Ketika teller wanita merasa ketakutan yang berlebihan, perampok berkata, "Tenang saja nona. Isi saja semua kantong dengan uang. Kami ke sini untuk merampok, bukan memperkosa."

Ini disebut Profesionalitas. Para perampok bank hanya bertujuan menjarah semua uang dan benda berharga. Tujuan mereka tidak boleh teralihkan, karena bisa mengacaukan misi.

Begitu para perampok kabur dan kembali ke markas. Salah satu anggota - baru lulus dari pendidikan tinggi - meminta kepada pimpinan mereka (yang hanya lulusan SD) agar menghitung uang segera dan dibagikan merata.
Sang pimpinan yang lulusan SD itu menjawab, "Tenang kawan, jangan bodoh. Menghitung dan membagi-bagi sekarang sangat bahaya. Kita endapkan dulu, lihat berita di tivi agar tahu situasi."

Ini disebut Pengalaman. Di jaman sekarang, pengalaman lebih penting daripada selembar kertas ijazah.

 
Sementara itu.... kondisi di bank setelah dirampok.

Manager bank melaporkan pada pimpinan pusat agar segera memberi rincian kerugian pada polisi. Namun pimpinan pusat memberi perintah balik, "Tambahkan 150 juta dalam laporan!"

Manager bank pun menambahkan 170 juta! Artinya 20 juta masuk ke kantong pribadinya.

Hari berikutnya, reporter tivi mengumumkan berita, "Dalam kasus perampokan Bank A kemarin, pihak yang berwajib merilis kabar pers bahwa kerugian ditaksir mencapai 200 juta."
Perampok bank CIMB

  
Para perampok yang menyaksikan berita tivi kegirangan. Mereka pun mulai menghitung hasil jarahan. Ternyata hasilnya hanya 30 juta. Sang pemimpin pun geram, "Sialan! Kita yang bekerja bertaruh nyawa tapi pihak Bank tetap untung besar. Memang lebih baik sekolah sampai sarjana!"

Inilah yang disebut Pengetahuan Lebih Berharga dibanding Harta Karun.

Sementara pihak bank tertawa puas. Kerugian mereka diganti pihak asuransi. Pasar saham aman berkat peristiwa perampokan. Manager bank pun senang karena rekeningnya bertambah kembung.

Inilah yang disebut Kejahatan Kerah Putih.

Nah, jadi pertanyaanya: Siapa perampok sebenarnya, dan bagaimana paradoks dalam sistem pendidikan yang terjadi di dunia nyata?



Sumber: ApaKabarDunia




Signature by           
                      DAENG LIRA

Ini Budi Ini Hutang Budi





 Budi, Jasa, dan si Lamporo

Si Lamporo temannya si Budi
Lamporo, seorang kenalan, warga Bogor. Saat berkunjung ke Sulawesi beberapa tahun lalu, menceritakan pengalaman perjalanannya. Katanya, 'Amat mengesankan.' Tidak ada pengalaman pahit yang diperoleh selama kunjungannya ke berbagai tempat wisata, mulai dari Makassar, Gowa, dan Bantaeng, kecuali di Jeneponto.

Satu pengalaman yang kurang berkenan di hatinya ketika di Jeneponto, saat ada orang yang berniat membantunya, namun menurut penilaiannya ada maksud 'menipu'. Untungnya Lamporo cepat tanggap. Tidak terjerat oleh niat jahat tersebut.

Sebelum ke Sulawesi, Lamporo sempat mampir ke Bali selama 2 hari. Tinggal di hotel berbintang, service memuaskan. Tentu saja dia harus bayar untuk semua itu. Paket wisata selama di Bali membuatnya terhibur meski mahal harganya. Jasa wisata memang tidak ada yang gratis, demikian akunya.

Ketika Lamporo di Malino, dia bertemu dengan seorang sopir asal Tombolo-Gowa yang sudah lama bermukim di sana. Sopir tersebut memperlakukannya begitu baik. Dia bersedia mengantarkan Lamporo hingga ke tempat tujuannya.

Sang sopir marah ketika Lamporo menyodorkan sejumlah Uang sebagai imbalan jasanya. Lamporo agak heran dengan perlakuan si sopir, sebuah sikap yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, bahwa di Malino, negara super komersial ini, ternyata bisa menemui orang yang begitu tulus membantu, tanpa pamrih, atau minta balasan.

***

Budi, jasa baik, bantuan, pertolongan, atau apapun namanya yang mengarah kepada kebaikan dalam kehidupan ini, layaknya sebuah roda yang selalu bergulir, menyertai perbuatan-perbuatan kita, komersial atau sukarela.

Budi baik atau jasa baik dalam kamus ekonomi tidak sama pengertiannya. Budi baik lebih condong kepada suatu perbuatan yang murni dilakukan tanpa pamrih. Sedangkan jasa lebih bersifat komersial.

Pengalaman Lamporo di atas menarik. Di Malino, Lamporo mendapatkan jasa tanpa bayar, sekaligus budi baik dari si sopir Pete-pete. Namun ketika dia di Bali, tinggal di hotel dan harus bayar untuk kepentingan wisatanya, didapatkannya jasa (service) karena Lamporo harus membayar semua 'kebaikan' yang diterimanya. Sedangkan pengalamannya di Jeneponto, termasuk kategori jasa atau budi 'baik' yang diberikan dengan pamrih, malah lebih buruk daripada itu, karena terbersit niat jahat di dalamnya.

***

Selama hidup sebagai makhluk sosial, kita selalu butuh bantuan dan keberadaan orang lain, secara langsung ataupun tidak. Meski demikian, ada sementara orang yang berprinsip untuk tidak bergantung sama sekali pada bantuan orang lain. Saya pernah temui, orang-orang yang memang benar-benar memegang prinsip ini dengan 'kaku'nya. Tidak pernah mau memberi, juga tidak pernah bersedia menerima pemberian orang lain.

Prinsip semacam ini, bagi kita yang melandaskan kehidupan sosial dan agama sebagai fondasi kehidupan, tidak ubahnya prinsip 'omong kosong'. Karena, kita nyaris tidak bisa berdiri sendiri tanpa keterlibatan manusia lain.

Andainyapun kita harus tinggal di hutan sendirian misalnya, karena naluri sosial kemanusiaan ini, kita tidak akan pernah mampu berdiri sendiri. Kita akan memaksanakan diri harus berinteraksi dengan makhluk lain di sekitar, yang ada di hutan, kera, harimau, atau gajah.

***

Ta'Bula'nyi, seorang rekan kerja, selama lebih dari 6 tahun ini memutuskan hidup sendiri, kost, di kamarnya. Dia katakan hidup 'sharing' itu serba repot dan membuat posisi dia sebagai individu terbebani secara mental, tidak ada privasi, dan terlalu banyak pertimbangan jika harus melakukan ini dan itu.

Akhirnya, diputuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerja. Merasa tidak betah lagi. Entah mana maksud tidak betahnya, di tempat kerja atau di kamar, kurang jelas. Yang pasti, kesendiriannya menjadi faktor yang cukup berperan dalam pengambilan keputusannya untuk tidak bekerja lagi.

Bagi Ta'Bula'nyi, tinggal bersama orang lain akan bermasalah. Namun, sendirian juga tidak mampu menyelesaikan masalah. Di satu pihak, tinggal bersama orang lain, membuat dia harus melakukan 'kebaikan' ini dan itu, yang cukup merepotkan. Di lain pihak, tidak berbuat baik kepada orang lain, juga menyengsarakan diri sebagai makhluk sosial.

***

Berbuat baik, berbudi baik, berjasa baik, yang bisa kita terima adalah yang sesuai norma masyarakat dan agama, yakni budi baik murni, ikhlas, dan jasa baik dengan imbalan jasa.

Jika ke luar dari keduanya bisa dikatakan keluar dari norma. Alias abu-abu. Artinya, masyarakat umum tidak bisa menerimanya.

Pekerjaan di rumah sakit, hotel, pemandu wisata merupakan contoh pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan jasa yang membutuhkan imbalan jasa dan bisa diterima oleh masyarakat kita.

Menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat atau memberi bantuan sandang dan pangan kepada kaum miskin adalah budi baik yang nilainya mulia dalam kamus agama dan sosial kemasyarakatan.

Namun, menyantuni anak yatim dengan harapan bisa menikmati sebagian dari harta peninggalan orangtua anak tersebut adalah menyimpang.

Hidup kita seringkali dihadapkan kepada dilema, di mana ada orang-orang yang berniat memberikan bantuan, tapi dengan 'catatan' (baca : pamrih).

Di kantor-kantor pemerintahan misalnya, hal ini amat umum terjadi, bahkan membudaya. Seorang kepala tata usaha atau personalia seringkali menunjukkan sikap amat membantu mengurusi kepegawaian karyawan baru, dengan harapan sang karyawan akan memberikan 'sesuatu' kepadanya, sesudah urusan kepegawaian tersebut rampung.

Beberapa teman pernah terjebak dalam 'urusan kepegawaian yang manis' ini. Mereka bilang, “Mana ada orang yang berbuat baik tanpa berharap sesuatu?”

Tidak dipungkiri, kita pernah lihat dan jumpai orang-orang yang ikhlas dalam berbuat kebaikan. Akan tetapi, sepertinya sulit sekali mendapatkan orang yang dengan tulus rela membantu meringankan beban derita orang lain. Jika ada orang yang menawarkan niat baiknya untuk membantu, sebagian orang menolaknya (hati-hati), karena mereka tidak mau terjerat oleh hutang budi ini.

Lain halnya dengan apa yang terjadi pada jamannya Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau. Hutang budi jaman sekarang, adalah fenomena. Rasululah SAW sendiri dalam do'a-do'anya selalu memohon kepada Allah SWT untuk dihindarkan dari hutang-hutang.

Meski secara eksplisit tidak kemukakan persoalan hutang budi ini, kita bisa pahami pengertian yang mendalam di dalamnya. Bahwa hutang budi adalah hutang yang terkadang nilainya jauh lebih besar dibanding hutang uang yang masih bisa diukur nilainya. Coba hitung nilai omongan seseorang yang, misalnya, mengatakan, "Si Fulan tidak akan bisa jadi pegawai negeri di situ, bila tidak saya tolong!"

Perkataan semacam ini sudah tentu amat menyakitkan Si Fulan, sekalipun itu benar. Sikap di atas bisa diartikan menyakiti pemberian yang membatalkan pahala, karena tidak dilandasi dengan rasa ikhlas.

Demikianlah, kita acapkali dihadapkan kepada pemberian-pemberian atau tawaran-tawaran yang kadang membuat kita tidak kuasa menolaknya. Dalam kondisi begini kita 'dipaksa' untuk berhutang budi pada seseorang.

Kita tahu, menolak pemberian orang itu kurang baik. Namun jika diterima, kuatir terjebak dilema di atas.

Oleh karenanya, harus pandai-pandai melihat situasi. Misalnya, pantas tidaknya kita terima tawaran niat baiknya; apakah kita orang yang tepat menerimanya; dalam keadaan bagaimana bantuan tersebut diberikan; apakah kita harus mengembalikannya, dan sebagainya.

Pertimbangan-pertimbangan ini perlu, agar kita tidak gundah juga terhindar dari hutang budi yang kurang pada tempatnya. Kecuali, naluri kita tahu, bahwa niat pemberian tersebut benar-benar ikhlas. Di samping, kita adalah orang yang pantas menerimanya.

Jika tidak, katakan saja, "No. Thanks!" sebagai jawaban yang paling tepat terhadap tawaran tersebut.

Catatan: Nama dan tempat adalah fiktif.



Signature by           
                      DAENG LIRA